Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pengancaman di Playgroup Djuwita Batam
Kepala Playgroup Djuwita Batam, Lidia, sebelumnya menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 13.45 WIB saat seorang wali murid berinisial S datang ke sekolah bersama sejumlah orang pada jam istirahat.
Awalnya, pihak sekolah menganggap pertemuan tersebut sebagai komunikasi biasa terkait perkembangan anak didik. Namun situasi disebut berubah menjadi tegang saat berlangsungnya diskusi dengan guru kelas.
“Wali murid datang saat jam istirahat dan bersikeras ingin bertemu wali kelas. Saya juga diminta berada di dalam ruangan,” ujar Lidia.
Menurutnya, suasana memanas ketika penjelasan guru beberapa kali dipotong dan sejumlah orang yang tidak dikenal masuk ke ruang kantor sambil membawa kamera.
Pihak sekolah juga mengaku terdapat dugaan intimidasi verbal terhadap tenaga pendidik yang membuat sejumlah guru merasa tertekan.
“Salah satu guru bahkan mengalami perlakuan yang tidak pantas. Rahangnya sempat dipegang dan dipaksa makan,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, dua dari tiga guru yang berada di lokasi dilaporkan mengalami trauma.
Lidia menegaskan pihak sekolah telah melakukan pemeriksaan internal dan memastikan tidak ditemukan bukti adanya kekerasan terhadap anak didik sebagaimana yang sempat dipersoalkan.
“Tidak ada anak yang mengalami lebam. Kondisinya baik,” tegasnya.
Editor : Gusti Yennosa